Tingkat tutur bahasa Korea: 반말, 해요체, 합쇼체 — kesopanan di akhiran kata kerja
Bahasa Indonesia menaruh kesopanan pada kata ganti dan sapaan; bahasa Korea menaruhnya di setiap kata kerja. Begini memilihnya.
Di halaman ini
Tidak ada pilihan netral
Bahasa Indonesia menaikkan kesopanan dengan mengganti kata di sekitar kata kerja: aku udah makan menjadi saya sudah makan, Pak, tetapi makan tetap makan. Bahasa Korea tidak memberi jalan itu: yang berubah adalah akhiran kata kerjanya, dan salah memilih bukan kesalahan tata bahasa — melainkan kesalahan sosial. Karena itu topik ini terasa lebih berat.
Tata bahasa sekolah menghitung enam tingkat — empat formal, dua informal. Dalam praktik Anda butuh tiga.
| 먹어 | 반말 — teman dekat, keluarga yang lebih muda, anak-anak |
| 먹어요 | 해요체 — bentuk sopan sehari-hari |
| 먹습니다 | 하십시오체(합쇼체) — formal, publik, tulisan, tempat kerja |
해요체 adalah tempat Anda tinggal
Kira-kira sembilan puluh persen percakapan harian terjadi di sini. Toko, taksi, rekan kerja yang akrab, orang asing sebaya. Sopan tanpa kaku — kira-kira wilayah saya — tanpa perlu kata tambahan: akhirannya yang bekerja.
| 어디 가요? | mau ke mana? |
| 이거 얼마예요? | ini berapa harganya? |
| 잘 모르겠어요. | saya kurang tahu. |
Ketiganya berakhir dengan 요. Suku kata itu seluruh sistem kesopanan dalam bentuk mini — pertahankan dan Anda aman. Melepasnya membawa Anda hampir ke 반말, tetapi tidak sepenuhnya: 학생이에요 tidak menjadi 학생이에. Resep lengkapnya di bawah.
합쇼체 untuk suara publik
Siaran berita, pengumuman, presentasi, militer, dan pertemuan pertama dengan orang yang lebih senior. Ia menandai jarak dan formalitas — jarak yang pantas, bukan dingin. Ragam para penumpang yang terhormat di pengumuman stasiun.
| 감사합니다 | terima kasih (pengumuman, layanan) |
| 다음 역은 서울역입니다 | stasiun berikutnya Stasiun Seoul |
| 확인하겠습니다 | akan saya periksa (tempat kerja) |
Pelajar sering memakainya berlebihan karena buku teks mengajarkan 합니다 lebih dulu. Mengucapkan 저는 학생입니다 kepada teman terdengar seperti Anda sedang diwawancarai — saya adalah seorang pelajar di tengah teman-teman.
반말 diperoleh, bukan dipilih
Di antara teman dekat dan keluarga yang lebih muda, 반말 memang yang berlaku. Di luar itu, bukan Anda yang memutuskan. Ia ditawarkan — biasanya oleh yang lebih tua atau lebih senior, dengan ungkapan seperti 말 놓을까요? (kita bicara santai saja?). Polanya seperti jangan panggil Bapak, panggil nama saja: yang lebih tinggi membuka pintu. Mengambilnya sepihak terkesan kasar meski bahasa Korea Anda sempurna.
Pengecualiannya media. Drama dan lagu penuh 반말 karena tokoh-tokohnya akrab, dan itu sebabnya pelajar menyerapnya lebih dulu lalu memakainya di tempat yang salah.
| 밥 먹었어? | sudah makan? — kepada teman dekat |
| 밥 먹었어요? | sudah makan? — kepada hampir semua orang lain |
Cara membentuk 반말
Ambil bentuk 해요체 dan lepaskan 요. Itu mencakup hampir semua kata kerja dan kata sifat, di semua kala.
| 먹어요 → 먹어 | makan |
| 갔어요 → 갔어 | pergi (lampau) |
| 좋아요 → 좋아 | bagus |
| 할 거예요 → 할 거야 | akan melakukan |
Kopulanya pengecualian. 이에요/예요 tidak kehilangan 요 — bentuknya berubah menjadi 이야/야. Begitu pula negatifnya.
| 학생이에요 → 학생이야 | adalah pelajar — |
| 친구예요 → 친구야 | adalah teman |
| 아니에요 → 아니야 | bukan |
Pertanyaan tidak butuh akhiran baru — bentuk yang sama dengan intonasi naik sudah cukup. Perintah dan ajakan punya akhiran sendiri.
| 밥 먹었어? | sudah makan? — hanya intonasi |
| 빨리 와. / 빨리 와라. | cepat ke sini — 와 lebih lunak, -아/어라 lebih blak-blakan |
| 같이 가자. | ayo pergi bersama — -자 adalah ajakan 반말, seperti yuk |
Kata ganti dan ungkapan tetap ikut berganti, dan inilah yang dilupakan pelajar. Dalam bahasa Indonesia peralihan itu menyentuh beberapa kata sekaligus — saya menjadi aku, sudah menjadi udah, sapaan Pak lepas — tetapi bentuk kata kerjanya tetap; di bahasa Korea akhirannya yang berubah lebih dulu, dan itu pun baru separuh pekerjaan. Melepas 요 sambil tetap berkata 저 terdengar seperti orang membaca naskah.
- 저 → 나, 제 → 내, 저희 → 우리 — seperti saya → aku
- 네 → 응 (atau 어), 아니요 → 아니
- 감사합니다 → 고마워, 죄송합니다 → 미안해
- -니? dan -냐? juga akhiran tanya 반말 yang Anda dengar di drama. -냐 blak-blakan — kenali, jangan pakai.
Tingkat berubah di tengah percakapan, dan itu normal
Seorang penutur Korea bisa membuka rapat dengan 합쇼체, meluncur ke 해요체 selama diskusi, dan memakai 반말 dengan kolega yang akrab — semuanya dalam satu jam. Tingkatnya mengikuti momen, bukan label tetap pada orang.
Yang tetap adalah arahnya: Anda tidak turun tingkat kesopanan kepada orang senior tanpa undangan yang jelas.
Kesalahan umum
- Mencampur tingkat dalam satu kalimat. 저는 밥 먹었습니다 그리고 갈게 — lompatannya mengganggu dan langsung menandai Anda sebagai pelajar.
- Sapaan benar, akhiran dibiarkan. Pak, sudah makan? sopan karena sapaannya;
선생님, 밥 먹었어?tetap 반말 — sapaan tidak menyelamatkan akhiran. Harus 선생님, 밥 먹었어요? — kepada guru, 식사하셨어요? terdengar lebih pantas lagi. - Memakai 반말 yang Anda pelajari dari drama. Tokoh-tokohnya teman dekat; Anda dan pemilik toko bukan.
- Menganggap usia saja yang menentukan. Jabatan di tempat kerja, pertemuan pertama, dan seberapa publik situasinya ikut berperan.
- Mengira 합쇼체 'lebih sopan' jadi lebih aman. Ia lebih formal, yang di depan teman terbaca sebagai sarkasme atau jarak.
- Lupa bahwa pertanyaan juga berubah. 먹어? / 먹어요? / 먹습니까? adalah pertanyaan yang sama di tiga tingkat.
Cara menginternalisasinya
Membaca tentang tingkat tutur tidak membangun refleks, karena pilihannya terjadi lebih cepat daripada pikiran sadar. Yang bekerja: mendengar kalimat yang sama di tingkat berbeda dan mengucapkannya keras-keras sampai yang salah terdengar salah.
Set kalimat di bawah berasal dari video, sehingga tiap baris membawa hubungan penuturnya — bagian yang tidak bisa diberikan tabel buku teks.
Latih ini
Daftar kosakata bahasa Korea →
Semua panduan
- Huruf Korea Hangul: 5 bentuk, 2 langkah, satu sore
- Urutan kata bahasa Korea: kata kerja selalu di akhir kalimat
- Partikel bahasa Korea 은/는 dan 이/가: yang membuat semua orang tersandung
- Partikel bahasa Korea 에 dan 에서, 을/를, (으)로: partikel setelah subjek
- Konjugasi kata kerja Korea: dari 먹다 ke 먹어요 — aturan 아요/어요
- Kata kerja tak teratur bahasa Korea — ㅂ ㄷ ㅅ 르 으 ㅎ
- Klausa relatif bahasa Korea 읽은 책, 읽는 책, 읽을 책: “buku yang…” tanpa yang
- Bisa, mau, harus dalam bahasa Korea: -(으)ㄹ 수 있다, -고 싶다, -아/어야 돼요
- Akhiran kalimat bahasa Korea -네요, -죠, -군요, -잖아요: lapisan 'kan, ya, sih' yang membuatnya terdengar Korea
- -(으)ㄹ까요 dan -(으)ㄹ 것 같다 bahasa Korea: '…, ya?', 'boleh…?', 'kayaknya' — bertanya dan tidak memastikan
- Honorifik bahasa Korea: 시, 님, 께서 dan kata yang berganti sama sekali
- Penggolong bahasa Korea: mengapa 하나 menjadi 한
- Kala bahasa Korea: lampau, sekarang, mendatang — dan 겠 untuk dugaan
- Menyambung kalimat bahasa Korea: 고, 서, 지만, 니까
- Pelafalan Korea: mengapa tidak terdengar seperti tulisannya
- Shadowing bahasa Korea: cara yang benar-benar berhasil