Tata bahasa Korea & tips belajar
Catatan singkat dan praktis untuk pembelajar bahasa Korea. Ditulis oleh orang yang membuat video yang Anda pakai berlatih.
- Huruf Korea Hangul: 5 bentuk, 2 langkah, satu sore“Bisa dipelajari dalam satu pagi” itu benar, dan ada alasannya: hurufnya tidak sembarangan. Lima bentuk, dua langkah, lalu kata sungguhan dari set latihan.
- Urutan kata bahasa Korea: kata kerja selalu di akhir kalimatSubjek – Objek – Predikat, dan tiga kebiasaan penutur bahasa Indonesia yang harus dibuang.
- Partikel bahasa Korea 은/는 dan 이/가: yang membuat semua orang tersandungKeduanya menandai subjek, tetapi tidak bisa saling menggantikan. Inilah aturan yang benar-benar bekerja.
- Partikel bahasa Korea 에 dan 에서, 을/를, (으)로: partikel setelah subjekDi mana tindakan terjadi, apa yang dikenainya, siapa yang menerimanya, dan dengan apa — keluarga partikel berikutnya.
- Konjugasi kata kerja Korea: dari 먹다 ke 먹어요 — aturan 아요/어요Setiap kata kerja Korea di kamus berakhir dengan -다, dan tidak ada yang menyapa Anda dengan bentuk itu. Imbuhan Indonesia mengubah makna; akhiran Korea mengubah waktu dan kesantunan — inilah aturannya.
- Kata kerja tak teratur bahasa Korea — ㅂ ㄷ ㅅ 르 으 ㅎㅂ ㄷ ㅅ 르 으 ㅎ. Enam pola, tetapi yang sulit bukan daftarnya — melainkan bahwa 덥다 dan 입다 tampak identik dan berperilaku berbeda.
- Klausa relatif bahasa Korea 읽은 책, 읽는 책, 읽을 책: “buku yang…” tanpa yangBahasa Indonesia menaruh keterangan di belakang kata benda dengan yang; bahasa Korea menaruhnya di depan dan menandai waktu pada akhirannya.
- Bisa, mau, harus dalam bahasa Korea: -(으)ㄹ 수 있다, -고 싶다, -아/어야 돼요Lima akhiran yang datang bersamaan: bisa, mau, harus, boleh, dan tidak boleh — semuanya menempel di belakang kata kerja, kebalikan dari bisa/mau/harus yang berdiri di depannya.
- Tingkat tutur bahasa Korea: 반말, 해요체, 합쇼체 — kesopanan di akhiran kata kerjaBahasa Indonesia menaruh kesopanan pada kata ganti dan sapaan; bahasa Korea menaruhnya di setiap kata kerja. Begini memilihnya.
- Akhiran kalimat bahasa Korea -네요, -죠, -군요, -잖아요: lapisan 'kan, ya, sih' yang membuatnya terdengar KoreaEnam akhiran tanpa makna kamus yang menentukan bagaimana kalimat diterima — padat dalam bahasa Korea lisan, hampir absen di buku pemula, dan penutur Indonesia sudah punya lapisan serupa.
- -(으)ㄹ까요 dan -(으)ㄹ 것 같다 bahasa Korea: '…, ya?', 'boleh…?', 'kayaknya' — bertanya dan tidak memastikanDua konstruksi yang muncul 349 kali dalam bahasa Korea di situs ini. Yang satu ada di setiap silabus pemula dan tetap sering salah; yang lain hampir tak diajarkan. Bersama-sama, inilah cara bahasa Korea meminta dan menghindari kalimat datar.
- Honorifik bahasa Korea: 시, 님, 께서 dan kata yang berganti sama sekaliKesopanan tidak hanya di akhiran — ia masuk ke dalam kata kerja dan partikel, bukan hanya ke sapaan.
- Penggolong bahasa Korea: mengapa 하나 menjadi 한Bahasa Korea menghitung dengan penggolong seperti buah/orang/ekor, tetapi urutan terbalik dan angkanya berubah bentuk.
- Kala bahasa Korea: lampau, sekarang, mendatang — dan 겠 untuk dugaanBahasa Indonesia menandai waktu dengan sudah, sedang, akan — dan boleh melewatkannya. Bahasa Korea menaruhnya di dalam kata kerja, dan penanda lampaunya tidak boleh dilewatkan. Yang menarik: penanda dugaan.
- Menyambung kalimat bahasa Korea: 고, 서, 지만, 니까Bahasa Indonesia menyisipkan dan / tetapi / karena di antara klausa; bahasa Korea mengubah akhiran kata kerja pertama.
- Pelafalan Korea: mengapa tidak terdengar seperti tulisannyaDua puluh tujuh ejaan konsonan akhir (받침) hanya keluar sebagai tujuh bunyi. Pahami itu, dan sebagian besar jarak antara halaman dan telinga Anda tertutup.
- Shadowing bahasa Korea: cara yang benar-benar berhasilShadowing bukan mengulang setelah jeda, melainkan berbicara bersamaan dengan audio, setengah ketukan di belakang.